Rumah Sakit Gelar IHT Penguatan Pre Hospital dan Sistem Rujukan Pasien Level III
Kota Bangun - Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kegawatdaruratan dan keselamatan pasien serta meningkatkan kompetensi, koordinasi dan kesiapsiagaan tenaga kesehatan dalam memberikan penanganan medis darurat sebelum dan tiba di rumah sakit serta memastikan proses rujukan ke fasilitas kesehatan tingkat lanjut, RSUD Dayaku Raja menggelar kegiatan In House Training (IHT) Penguatan Pre Hospital dan Sistem Rujukan Pasien Level III yang dilaksanakan pada Kamis (22/05/2026) di Aula dr. Aji Yulia Rakhma. Kegiatan ini menghadirkan narasumber, dr. Indra Sukmana Putra Sp.ANTI.,Subsp TI (K), dr. Susanti Lisupindan Palimbong Rungngu, Sp.A, dr.Trisna Silawati,MKes,SpA.Subsp.ETIA (K), dr. Yoshi Afisa Jasicha, dr. Ansar Ahmed Shah Ibrahim Taihuttu beserta Tim AGD RSUD Aji Muhammad Parikesit, dengan peserta kegiatan yang diikuti oleh dokter umum, bidan, serta perawat dari berbagai unit pelayanan rumah sakit.
Kegiatan IHT dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha rumah sakit RSUD Daayaku raja, Irma Hamdiah, SKM., MHPM, dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapannya agar setelah mengikuti pelatihan ini seluruh peserta dapat meningkatkan kemampuan dan kompetensi dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Selain itu, beliau juga berharap peserta mampu menjalankan sistem rujukan dengan lebih baik, meningkatkan koordinasi antar petugas, serta memperkuat kolaborasi dan kerja sama tim dalam penanganan pasien kegawatdaruratan sehingga pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat semakin optimal.
Kegiatan IHT ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan dalam penanganan pasien sebelum dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi, serta memastikan stabilitas dan keselamatan pasien selama proses rujukan berlangsung. Penyampaian materi yang diberikan meliputi tata laksana penanganan pasien pre hospital, persiapan rujukan pasien, pemantauan kondisi pasien selama perjalanan, hingga upaya menjaga stabilitas pasien sebelum dan saat proses rujukan dilakukan. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan praktek simulasi penanganan pasien.
Melalui praktik simulasi tersebut, peserta diharapkan dapat lebih memahami penerapan materi secara langsung di lapangan, meningkatkan keterampilan kerja tim, serta memperkuat kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan.